SUNSET DI PANTAI MOROSARI DEMAK

Juli 30, 2008

Pantai Morosari berada di wilayah Kecamatan Sayung Kabupaten Demak yang berbatasan dengan Kota Semarang.Pantai Morosari merupakan tempat rekreasi baru yang dibuka pada tanggal 19 Januari 2006. Meskipun belum setenar saudaranya di Semarang, Jepara tetapi keindahan panorama didalamnya layak diperhitungkan.

Baca entri selengkapnya »

BUDAYA ORGANISASI

Juli 21, 2008

Nama Program : Pendidikan dan pelatihan teknis pengembangan budaya kerja dan outbond.

Deskripsi Program:

Budaya organisasi merupakan kesepakatan bersama tentang nilai-nilai bersama dalam kehidupan organisasi dan mengikat semua orang dalam organisasi yang bersangkutan ( Sondang P.Siagian,1995). Oleh karena itu budaya organisasi birokrasi akan menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para anggota organisasi; menentukan batas-batas normatif perilaku anggota organisasai; menentukan sifat dan bentuk-bentuk pengendalian dan pengawasan  organisasi; menentukan gaya manajerial yang dapat diterima oleh para anggota organisasi; menentukan cara-cara kerja  yang tepat, dan sebagainya.

Baca entri selengkapnya »

PERSIAPAN HUT KEMERDEKAAN RI TINGKAT RT TAHUN 2008

Juli 20, 2008

 

HASIL RAPAT PEMBAHASAN  RAPAT PANITIA HUT KEMERDEKAAN RI TAHUN 2007

Hari                 : Sabtu

Tanggal           : 14 Juni 2008

Tempat            : Pos Siskamling

Peserta             : Panitia 17-an Tahun 2008

 

Hasil dari rapat panitia 17-an sebagai berikut:

  1. Waktu pelaksanaan pemasangan umbul-umbul dan bendera menunggu pemberitahuan lebih lanjut. Untuk semua warga dimohon partsipasinya pada waktu pelaksanaannya.
  2. Mengikuti jalan santai tingkat RW, yang pelaksanaannya menyesuaikan dengan acara tingkat RW.
  3. Mengadakan lomba-lomba dengan peserta lomba semua warga RT 03/RW 07 Perumahan Griya Bhakti Praja Mangunjiwan, dengan jenis lomba direncanakan terdiri dari:

a. Bapak-bapak dan ibu-ibu

*      Bola voli campuran ibu & bapak antar blok.

*      Sepak bola bapak-bapak kelompok (3 orang).

*      Sepak bola ibu-ibu antar blok.

*      Bakiak

c. Anak-anak TK s/d Kelas 3 SD

*      Makan krupuk

*      Pukul air dalam plastik

*      Bawa kelereng dalam sendok

*      Memasukkan pensil kedalam botol

*      Badminton anak-anak.

c. Anak-anak Kelas 4 s/d kelas 6 SD.

*      Makan krupuk

*      Pukul air dalam plastik

*      Sepeda lambat

*      Berjoged

*      Badminton anak-anak.

Mengenai waktu pelaksanaan lomba dan jenis lomba, akan diatur lebih rinci oleh seksi lomba, dengan membuat selebaran / pemngumunan yang ditempel di tempat strategis atau diedarkan kepada warga.

  1. Pelaksanaan selamatan 17-an dilanjutkan dengan resepsi diadakan pada hari: tanggal 16 Agustus 2008 dengan mengambil tempat depan pos siskamling RT 03 RW 07 Perumahan Griya Bhakti Praja Mangunjiwan Demak. Dengan pengisi acara:

a. Bapak-bapak

b. Ibu-ibu

c. Anak-anak

d. Organ tunggal.

  1. Penggalangan dana yang berasal dari warga dan uang kas RT. 

BUDAYA ORGANISASI (BIROKRASI) PELAYANAN PUBLIK

Juli 20, 2008

Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai sumber daya manusia yang bekerja dalam birokrasi pemerintahan, mempunyai peran yang sangat strategis.yaitu sebagai agen pembaharuan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Namun peran ini belum dapat dilaksanakan secara optimal oleh PNS yang bekerja pada organisasi pemerintah. Sinyalemen terhadap ketidak berdayaan mereka melalui birokrasinya dalam menghadapi masalah-masalah sosial, ekonomi dan politik sudah dirasakan sejak lama. Oleh sebab itu perubahan  struktur, fungsi, finansial dan personalia dari organisasi birokrasi sangat diperlukan, yang diikuti pula oleh perubahan  budaya organisasi birokrasi dan perilaku manusia-manusia yang terlibat di dalamnya. Apabila perubahan ini dapat terwujud, maka apa yang diharapkan dalam orientasi efektivitas pelayanan publik yang dilaksakanan  oleh organisasi pemerintahan akan dapat tercapai.     

       Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan, birokrasi sebagai ujung tombak pelaksana pelayanan publik mencakup berbagai program-program pembangunan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah. Tetapi dalam kenyataannya, birokrasi yang dimaksudkan untuk melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan tersebut, seringkali diartikulasikan berbeda oleh masyarakat. Birokrasi di dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan (termasuk di dalamnya penyelenggaraan pelayanan publik) diberi kesan adanya proses panjang dan berbelit-belit apabila masyarakat menyelesaikan urusannya berkaitan dengan pelayanan aparatur pemerintahan. Akibatnya, birokrasi selalu mendapatkan citra negatif yang tidak menguntungkan bagi perkembangan birokrasi itu sendiri (khususnya dalam hal pelayanan publik).

Dalam perkembangan saat ini  menunjukkan bahwa peran birokrasi pemerintah justru dipertanyakan di hampir seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan umum dan pembangunan. Telah melembaganya korupsi, kolusi dan nepotisme pada hampir semua lembaga pemerintah, pelanggaran disiplin, penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan yang terjadi telah menyebabkan Indonesia sulit keluar dari krisis  yang sedang terjadi. Rendahnya kualitas pelayanan prima telah menjadi hallmark dari birokrasi di tanah air. Rendahnya produktivitas, lemahnya daya saing dan inefisiensi merupakan sebagian potret dari rendahnya kapasitas dan kinerja  manajemen publik.

Khusus berkaitan dengan birokrat pemerintah, banyaknya persoalan yang timbul dalam pemerintahan selama ini menunjukkan rendahnya kemampuan dan ketiadaan sikap dari aparatur untuk mencoba peduli dan membantu masyarakat serta pengguna jasa pemerintahan lainnya dalam memenuhi kebutuhannya.  Disamping itu, kesejahteraan pegawai negeri sipil (PNS) telah menjadi isu yang mendasari pelayanan publik selama ini tidak sesuai dengan harapan dan tuntutan masyarakat. Dampak keseluruhan permasalahan dalam birokrasi pemerintah tersebut dapat menurunkan legitimasi pemerintah dan pada gilirannya dapat mempengaruhi efektifitas pemerintahan yang berkuasa.  

Berbagai permasalahan tersebut di atas, menunjukkan betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh birokrasi pemerintah dewasa ini baik dari aspek kelembagaan, ketatalaksanan dan sumber daya aparatur.

Birokrasi pemerintahan yang ada sejak jaman penjajahan Belanda dimaksudkan untuk melayani kepentingan pemerintah jajahan, bukan melayani masyarakat. Namun paradigma sekarang birokrasi pemerintahan adalah pelayanan masyarakat, bukannya minta dilayani oleh masyarakat. Namun tidak mudah mengubah budaya yang telah tertanam selama lebih dari 350 tahun tersebut. Pemerintah  Kabupaten Demak sebagai bagian dari birokrasi pemerintahan di Indonesia menghadapi kondisi yang sama pula, sehingga muncul pertanyaan menarik aspek budaya organisasi apa sajakah yang saat ini tumbuh dan berkembang pada organisasi Pemerintahan di Kabupaten Demak? Apakah sudah sesuai dengan tuntutan jaman sekarang?  dan bagaimana birokrasi pemerintahan melakukan perubahan-perubahan untuk menyesuaikan tuntutan jaman tersebut?

 


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.