BUDAYA ORGANISASI (BIROKRASI) PELAYANAN PUBLIK

Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai sumber daya manusia yang bekerja dalam birokrasi pemerintahan, mempunyai peran yang sangat strategis.yaitu sebagai agen pembaharuan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Namun peran ini belum dapat dilaksanakan secara optimal oleh PNS yang bekerja pada organisasi pemerintah. Sinyalemen terhadap ketidak berdayaan mereka melalui birokrasinya dalam menghadapi masalah-masalah sosial, ekonomi dan politik sudah dirasakan sejak lama. Oleh sebab itu perubahan  struktur, fungsi, finansial dan personalia dari organisasi birokrasi sangat diperlukan, yang diikuti pula oleh perubahan  budaya organisasi birokrasi dan perilaku manusia-manusia yang terlibat di dalamnya. Apabila perubahan ini dapat terwujud, maka apa yang diharapkan dalam orientasi efektivitas pelayanan publik yang dilaksakanan  oleh organisasi pemerintahan akan dapat tercapai.     

       Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan, birokrasi sebagai ujung tombak pelaksana pelayanan publik mencakup berbagai program-program pembangunan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah. Tetapi dalam kenyataannya, birokrasi yang dimaksudkan untuk melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan tersebut, seringkali diartikulasikan berbeda oleh masyarakat. Birokrasi di dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan (termasuk di dalamnya penyelenggaraan pelayanan publik) diberi kesan adanya proses panjang dan berbelit-belit apabila masyarakat menyelesaikan urusannya berkaitan dengan pelayanan aparatur pemerintahan. Akibatnya, birokrasi selalu mendapatkan citra negatif yang tidak menguntungkan bagi perkembangan birokrasi itu sendiri (khususnya dalam hal pelayanan publik).

Dalam perkembangan saat ini  menunjukkan bahwa peran birokrasi pemerintah justru dipertanyakan di hampir seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan umum dan pembangunan. Telah melembaganya korupsi, kolusi dan nepotisme pada hampir semua lembaga pemerintah, pelanggaran disiplin, penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan yang terjadi telah menyebabkan Indonesia sulit keluar dari krisis  yang sedang terjadi. Rendahnya kualitas pelayanan prima telah menjadi hallmark dari birokrasi di tanah air. Rendahnya produktivitas, lemahnya daya saing dan inefisiensi merupakan sebagian potret dari rendahnya kapasitas dan kinerja  manajemen publik.

Khusus berkaitan dengan birokrat pemerintah, banyaknya persoalan yang timbul dalam pemerintahan selama ini menunjukkan rendahnya kemampuan dan ketiadaan sikap dari aparatur untuk mencoba peduli dan membantu masyarakat serta pengguna jasa pemerintahan lainnya dalam memenuhi kebutuhannya.  Disamping itu, kesejahteraan pegawai negeri sipil (PNS) telah menjadi isu yang mendasari pelayanan publik selama ini tidak sesuai dengan harapan dan tuntutan masyarakat. Dampak keseluruhan permasalahan dalam birokrasi pemerintah tersebut dapat menurunkan legitimasi pemerintah dan pada gilirannya dapat mempengaruhi efektifitas pemerintahan yang berkuasa.  

Berbagai permasalahan tersebut di atas, menunjukkan betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh birokrasi pemerintah dewasa ini baik dari aspek kelembagaan, ketatalaksanan dan sumber daya aparatur.

Birokrasi pemerintahan yang ada sejak jaman penjajahan Belanda dimaksudkan untuk melayani kepentingan pemerintah jajahan, bukan melayani masyarakat. Namun paradigma sekarang birokrasi pemerintahan adalah pelayanan masyarakat, bukannya minta dilayani oleh masyarakat. Namun tidak mudah mengubah budaya yang telah tertanam selama lebih dari 350 tahun tersebut. Pemerintah  Kabupaten Demak sebagai bagian dari birokrasi pemerintahan di Indonesia menghadapi kondisi yang sama pula, sehingga muncul pertanyaan menarik aspek budaya organisasi apa sajakah yang saat ini tumbuh dan berkembang pada organisasi Pemerintahan di Kabupaten Demak? Apakah sudah sesuai dengan tuntutan jaman sekarang?  dan bagaimana birokrasi pemerintahan melakukan perubahan-perubahan untuk menyesuaikan tuntutan jaman tersebut?

 

2 thoughts on “BUDAYA ORGANISASI (BIROKRASI) PELAYANAN PUBLIK

  1. Luna 20 Juli 2008 / 10:58 pm

    Kenapa bisa begitu ya? kayaknya kurang diterapkan punishmentnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s